Selasa, 29 November 2011

Kinderuniversitaet?

Wah, ternyata susah juga nyari artikel tentang pendidikan di jatinangor (entah bener susah, atau emang gue yang gak bisa). nah tapi gue nemu artikel yang cukup menarik, masih nyrempet-nyrempet sama pendidikan sih. judulnya "Unpad Buka Kuliah Untuk Anak-anak". (sumber: klik disini )
Disini diceritakan kalo Unpad ngadain kuliah buat anak-anak SD dari Kabupaten Bandung dan Kabupaten Sumedang. Pesertanya lumayan banyak, 150 orang. Sebagai warga Jatinangor dan mahasiswa Unpad, gue cukup malu juga, soalnya baru tahu beritanya pagi ini, padahal kegiatan ini sudah dimulai dari tanggal 12 November yang lalu. Pada pertemuan pertama, yang dilaksanakan di Bale Rumawat Padjadjaran, dilanjutkan pada tanggal 19 November 2011 di RSUP Jl.Eyckman No.38 Bandung, dengan pemateri oleh Bapak Dekan kita a.k.a. Prof. Tri. Dan pertemuan lainnya akan diadakan di Bale Santika, Jatinangor pada tanggal 26 November dan 3 Desember 2011.
Tujuan diadakannya kegiatan ini sendiri, yaitu untuk memperkenalkan dunia perkuliahan kepada anak-anak dari usia sedini mungkin. Dari kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan ketertarikan dan motivasi untuk memperoleh pendidikan setinggi mungkin. Menurut gue, kegiatan yang ditiru dari Kinderuniversitaet atau universitas untuk anak-anak yang populer di Jerman sejak 10 tahun lalu ini, merupakan kegiatan yang sangat baik melihat motivasi akan pendidikan di negara kita ini masih minim. Memang terdapat banyak faktor yang mempengaruhinya, tapi faktor motivasi dari dalam diri masing-masing anak juga menjadi faktor yang sangat berpengaruh bagi tingkat dan kualitas pendidikan anak tersebut. dengan tingginya motivasi yang dipupuk sejak dini, bukan suatu hal yang mustahil peningkatan mutu pendidikan negara kita bisa meningkat.
Harepan gue sih semoga kegiatan langka seperti ini bisa juga dilakukan oleh Universitas-Universitas lainnya di Indonesia, bahkan kalau memungkinkan, kegiatan seperti ini juga ikut melibatkan peranan mahasiswa di dalamnya, sehingga kegiatan seperti ini bisa dilakukan dalam tempo waktu yang cukup panjang. Dengan adanya kegiatan seperti ini, tentu aja bisa memberi dampak positif bagi pendidikan di Indonesia. Mungkin tidak akan berdampak cukup signifikan, tapi namanya juga usaha. Soalnya berusaha itu wajib hukumnya, ga boleh pasrah gitu aja kan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar