Diambil dari artikel yang judulnya "Ujung Tombak Penjaminan Mutu Pendidikan" (klik: sumber terpercaya )
Mutu pendidikan Indonesia memang sudah lama sekali menjadi perbincangan masyarakat, kualitas yang masih jauh dari harapan bangsa ini menjadi indikator kurang baiknya mutu pendidikan negara kita. terdapat banyak faktor yang mempengaruhi tentunya, mulai dari kurikulum pembelajaran yang belum stabil, kualitas dan penyebaran guru yang tidak merata, banyaknya siswa yang masih belum lulus dari kompetensi, dan kualitas fisik sekoah yang tidak mendukung dapat menjadi contoh yang bisa menggambarkan kondisi yang ada saat ini.
Sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas masalah ini, pemerintah membentuk suatu sistem penjaminan mutu pendidikan (SPMP). Langkah yang dilakukan untuk mengimplementasika SPMP adalah mencari data yang valid tentang kondisi yang real di lapangan. Kemudian data tersebut dikumpulkan dan dianalisis, lalu dilaporkan. Data tersebut akan dijadikan sebagai sumber data untuk menyusun program dan kebijakan selanjutnya. Dan akhirnya akan dibuat kebijakan yang sesuai dengan permasalahan dan kebutuhan untuk meningkatkan mutu pendidikan.
Dari uraian tersebut menempatkan "sekolah" menjadi ujung tombak penjaminan mutu pendidikan di Indonesia. Tetapi untuk menjamin keberhasilan SPMP ini bukanlah tanggung jawab dari satu pihak saja, melainkan diperlukan kerja sama dari berbagai pihak terkait, yang merupakan tanggung jawab dari semua orang.
Dengan peranan yang sangat besar disini, sekolah tentunya harus memiliki standar nasional pendidikan yang wajib dicapai. dengan tercapainya standar nasional tersebut setidaknya, semua sekolah di Indonesia sudah "layak" dalam mengemban tugasnya dalam meningkatkan mutu pendidikan Indonesia. Salah satu upaya untuk mengevaluasi kinerja sekolah tersebut, diperlukan adanya suatu evaluasi diri sekolah (EDS) yang bersifat internal. EDS juga harus dilakukan atas komitmen dari masing-masing sekolah untuk mengevaluasi dan untuk meningkatkan kinerja sekolah yang bersangkutan.
Namun pada kenyataan di lapangan, tampaknya EDS ini belum berjalan secara optimal. Diantaranya adalah: 1) Keterlibatan komite dan orang tua belum optimal; 2) Pembinaan
pengawas ke sekolah binannya belum optimal; 3) Kemampuan mengoperasikan komputer pada beberapa sekolah masih kurang; 4) Adanya sekolah yang
tidak memiliki komitmen untuk melakukan EDS. Hal-hal tersebut tentunya perlu dijadikan sorotan utama dalam pembenahan dari pihak sekolah sendiri, sebagai upaya positif untuk mencapai tujuan meningkatkan kualitas mutu pendidikan.
Sekolah yang berperan sebagai ujung tombak mutu pendidikan tentunya memerluka bantuan dari berbagai pihak terkait untuk menjalankan tugasnya. berbagai permasalahan yang tidak dapat ditindaklanjuti oleh pihak sekolah, tentunya harus dicover oleh pihak pemerintah, baik tingkat kabupaten/kota, propinsi maupun pemerintah pusat sesuai dengan kewenangannya masing-masing.
Idealnya SPMP ini harus sudah terinternalisasi oleh semua pihak yang terkait sesuai dengan peranannya masing-masing. Sekarang sudah saatnya untuk mengubah pola kerja dari orientasi kuantitas menjadi orientasi kualitas. Dengan hal tersebut, bukanlah suatu hal yang tidak mungkin tercapai peningkatan mutu pendidikan di Indonesia bisa tercapai.
Komentar-komentar-komentar:
Memang sudah tidak dipungkiri lagi mutu pendidikan di Indonesia masih jauh dari kata baik. bahkan dibandingkan dengan negara-negara di ASEAN saja, Indonesia belum masuk deretan atas. hal ini tentunya patut kita beri perhatian khusus, tujuan negara kita pun mencantumkan "mencerdaskan kehidupan bangsa", oleh karena itu perlu adanya suatu sistem yang bisa merubah kondisi pendidikan yang ada sekarang.
Nah, di artikel ini disebutkan adanya SPMP. menurut saya sistem ini sudah memiliki konsep yang cukup baik untuk meningkatkan mutu pendidikan, namun tampaknya sistem ini masih memiliki banyak kendaladalam pelaksanaannya. Kondisi negara kita yang beragam, juga masih banyak terjadinya ketimpangan antar sekolah "mahal" ama sekolah "murah" pun jadi salah satu alasan mengapa sistem ini belum berjalan secara optimal. Tapi mau bagaimana pun kita semua harus terus berusaha untuk mencapai mimpi dan tujuan bangsa kita, dan semuanya berawal dari dalam diri kita sendiri. Apakah kita mau melakukan perubahan untuk kemajuan bangsa ini, atau kita mau diam dan tidak mau tahu atas semua ini.
Kongkritnya mulai berbenah dari sekarang, Pertama, diri sendiri, "Apa saja yang sudah saya lakukan selama ini? Apa sudah maksimal dalam belajar?" Untuk pihak sekolah, "apakah sudah berusaha memberikan kualitas terbaik untuk peserta didiknya?" pembenahan dari pemerintah, "apakah sudah melakukan fungsinya dengan baik? apakah APBN untuk pendidikan sudah dikeluarkan sesuai dengan aturannya?" dan masih banyak pertanyaan lainnya.
Yaaa, apapun yang terjadi, semoga kita semua terus bisa melakukan pembenahan diri untuk mencapai tujuan dan cita-cita bangsa ini :) dan bukanlah suatu hal yang tidak mungkin, Bangsa Indonesia bisa menjadi negara besar dengan melihat seluruh potensi yang ada. Sampai semua orang bisa bilang "Gue bangga jadi Bangsa Indonesia." :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar